Perkuat Solidaritas Sopir, KTM-KB SI Perjuangan Gelar Halal Bihalal dan Kopdar Akbar Bahas Kemacetan dan Regenerasi Kepemimpinan

oleh
Perkuat Solidaritas Sopir, KTM-KB SI Perjuangan Gelar Halal Bihalal dan Kopdar Akbar Bahas Kemacetan dan Regenerasi Kepemimpinan

 

EDISIPOST.COM
JAKARTA, Minggu, 5 Maret 2026
Dalam upaya mempererat tali silaturahmi sekaligus membahas berbagai persoalan yang dihadapi para sopir, komunitas KTM yang tergabung dalam KB SI Perjuangan menggelar kegiatan Halal Bihalal dan Kopdar Akbar.

Kegiatan ini mengusung tema “Menjaga dan Merawat Guyub Rukun” sebagai wujud komitmen kebersamaan di tengah tantangan yang dihadapi di lapangan.

Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah komunitas yang tergabung dalam KB SI Perjuangan, serta perwakilan dari komunitas DKI Bersatu. Hadir pula perwakilan dari TPK Koja, yakni Pa Saep, yang ikut menyimak dan berdialog langsung terkait berbagai isu yang disampaikan para sopir.

Dalam forum diskusi, terdapat beberapa poin penting yang menjadi perhatian bersama.

Pertama, para sopir sepakat untuk meminta pihak pelayaran agar membagi kuota kontainer kosong (empty container) secara lebih merata. Hal ini dinilai penting untuk mengurangi penumpukan dan kemacetan yang kerap terjadi saat proses bongkar muat di depo kontainer. Salah satu depo yang disoroti adalah depo yang menerima kontainer dari pelayaran MSC, yang sering menjadi titik kemacetan.

Kedua, para peserta juga menyoroti kebijakan pembatasan jam operasional angkutan logistik di Jalan Cilincing Raya.

Kebijakan tersebut dinilai justru memperparah kemacetan di jalur utama menuju pelabuhan, termasuk di Jalan Raya Pelabuhan dan Arteri Marunda. Kedua isu tersebut rencananya akan dibawa dalam agenda aksi pada 1 Mei mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Internasional.

Massa direncanakan akan berkumpul di Pos 9 dan melakukan long march menuju Kantor Walikota Jakarta Utara sebagai bentuk penyampaian aspirasi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan solidaritas antar sopir semakin kuat, serta tercipta solusi nyata atas berbagai persoalan yang selama ini menjadi hambatan dalam aktivitas logistik.