Edisipost.com
Surabaya, 10 April 2026 – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) kembali memperkuat perannya dalam konektivitas maritim nasional melalui kerja sama strategis dengan PT Meratus Line.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengangkutan muatan menggunakan skema Hub & Spoke pada layanan Tol Laut rute S4A dan S4B.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Usaha Angkutan Barang & Tol Laut PELNI, Kokok Susanto, bersama Direktur Utama Meratus Line, Slamet Raharjo, di Kantor Cabang PELNI Surabaya, Jumat (10/4).
Kerja sama Hub & Spoke dengan PT Meratus Line ini menjadi langkah strategis PELNI untuk memperkuat konektivitas logistik laut, khususnya pada rute S4A dan S4B,” ujar Kokok Susanto. “Dengan sinergi antar operator, kami dapat meningkatkan utilisasi muatan, menekan biaya operasional, serta mempercepat distribusi barang ke wilayah Indonesia timur.
Ia menambahkan, kolaborasi ini tidak hanya berdampak pada efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat ketahanan logistik nasional. “Kami berkomitmen melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala agar kerja sama ini berjalan optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Rute S4A dilayani oleh KM Kendhaga Nusantara 11 dengan trayek Kupang – Rote – Sabu – Kupang. Sementara itu, rute S4B dilayani KM Kendhaga Nusantara 7 dengan lintasan Kupang – Larantuka – Lembata (Lewoleba) – Kalabahi – Kupang.
Program Tol Laut sendiri terbukti memberikan dampak signifikan terhadap penurunan disparitas harga di wilayah 3TP (tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan). Sepanjang 2025, tercatat penurunan harga mencapai 20 hingga 40 persen. Muatan yang diangkut didominasi kebutuhan pokok dan barang penting, sementara muatan balik berisi komoditas unggulan daerah seperti kopra, rumput laut, kopi, arang, dan ikan beku.
Melalui kerja sama ini, PELNI dan Meratus Line optimistis dapat semakin memperkuat ekosistem logistik nasional sekaligus mendukung pemerataan konektivitas maritim di seluruh Indonesia.





