Edisipost.com
Jakarta, 27 Juni 2025 — Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok terus meningkatkan intensitas patroli pengawasan laut melalui Kapal Negara (KN) Alugara – P.114. Patroli keamanan dan keselamatan pelayaran (Patkesmar) kali ini difokuskan di perairan utara Laut Jawa, dengan perhatian khusus terhadap kapal-kapal yang tidak mengaktifkan sistem Automatic Identification System (AIS) atau tidak dilengkapi AIS sama sekali.
Dalam kegiatan patroli pada Jumat, 27 Juni 2025, KN Alugara – P.114 melakukan pemeriksaan terhadap dua kapal tugboat yang melintas di perairan tersebut. Kapal pertama yang diperiksa adalah TB Bina Benua 88, yang berhasil diidentifikasi dan dikontak melalui saluran radio VHF Channel 16. Tim boarding KN Alugara kemudian melaksanakan pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen, alat keselamatan, ruang mesin, dan sistem navigasi. Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa kapal dalam kondisi laik laut.
Selanjutnya, KN Alugara juga mengidentifikasi dan melakukan komunikasi radio dengan TB Indo Pacific 02. Pemeriksaan oleh tim boarding kembali dilakukan, dengan hasil serupa: kapal memenuhi standar kelaiklautan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, S.H., M.M., M.H., menyampaikan apresiasi atas kerja tim patroli laut.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja kapal patroli KN Alugara – P.114 yang tidak henti menjaga keamanan dan keselamatan perairan kita. Patroli semacam ini sangat vital untuk memastikan setiap kapal memenuhi standar kelaiklautan dan tidak membahayakan pelayaran lain maupun lingkungan maritim,” ungkap Fourmansyah.
Ia menegaskan bahwa patroli ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari operasi terarah yang menyasar pelanggaran serius, terutama kapal tanpa AIS.
“Kami memiliki target operasi khusus terhadap kapal-kapal yang kedapatan mematikan sistem AIS atau tidak memiliki AIS sama sekali. Tindakan ini sangat membahayakan keselamatan pelayaran karena menyulitkan identifikasi dan pemantauan pergerakan kapal, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan laut dan memfasilitasi kegiatan ilegal di laut,” tegasnya.
“Kami tidak akan ragu untuk menindak tegas pelanggaran-pelanggaran tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kami juga mengimbau seluruh masyarakat maritim untuk senantiasa mematuhi aturan demi terciptanya keamanan dan ketertiban pelayaran yang kondusif,” tambahnya.
PLP Tanjung Priok memastikan bahwa kegiatan patroli semacam ini akan terus diperluas dan diperkuat sebagai bagian dari komitmen menjaga kedaulatan, keselamatan, dan ketertiban di perairan Indonesia.
