Rangkaian Kegiatan Calon Menteri Perhubungan Kabinet Prabowo-Gibran Di Bali, Ini Ulasannya

 

Bali, Edisipost.com – Calon Menteri Perhubungan RI dari Kabinet Prabowo-Gibran, yang juga sebagai Ketua Umum Persatuan Perlindungan Pelaut Indonesia (PPPI), Capt. Coky Leonardo melakukan kunjungan ke Provinsi Bali selama 3 hari dimulai pada Rabu 14 Agustus 2024.

Capt Coky Leonardo Panjaitan atau biasa disapa Capt Leon, tiba melalui Terminal Kedatangan Domestik Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Dengan menggunakan kendaraan listrik (golfcar) milik bandara tersebut, Capt Leon melihat secara langsung fasilitas-fasilitas sarana Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Ia menjelaskan, bahwa kedatangannya ke Bali untuk membahas tindak lanjut rencana pembangunan transportasi massal Lintas Raya Terpadu atau Light Rail Transit (LRT) di Pulau Dewata.

BACA JUGA:  Seruan Elemen Pemuda, Mahasiswa dan Buruh Mengawal Pembangunan IKN 

“Kunjungan ke Bali ini untuk memastikan kelanjutan pembangunan LRT. Saya juga akan survey lokasi yang akan dibangun LRT. Selama ini sudah satu tahun diisukan akan ada pembangunan tetapi tidak tahu kapannya,” ujar Capt. Leon.

“Insyallah tahun depan kita sudah mulai bekerja (pembangunan LRT). Januari tahun depan kita mulai start karena kita ada kerja sama dengan investor. Pembiayaan dari investor. Pembangunan LRT di Bali tidak akan menggunakan APBN,” tambahnya Capt. Leon.

Terkait LRT sendiri, Capt Leon mengatakan, transportasi massal tersebut sangat dibutuhkan di Pulau Dewata ini mengingat sekarang trafik arus lalu lintas di Bali sudah padat dimana kemacetan hampir ditemui di sejumlah jalan-jalan utama.

BACA JUGA:  Lurah di Jakarta Utara Ikuti Bimtek Kepemimpinan, Kembangkan Diri Hadapi Jakarta Kota Global

“Sangat dibutuhkan, kita perhatikan sekarang dimana-mana macet. Kalau bisa dari bandara sudah ada LRT langsung ke kota. Jadi bisa dimanfaatkan oleh wisatawan menaiki LRT tanpa harus naik kendaraan pribadi keluar dari bandara seperti di Singapura.

Sedangkan untuk fasilitas di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai saat ini, Capt. Leon menyampaikan sejumlah hal perlu ditambah.

“Kalau saya lihat dari hasil keliling mulai turun pesawat ada beberapa kekurangan fasilitas seperti smoking area. Tidak adanya fasilitas ruang protokol yang sering terjadi di bandara ini miss komunikasi sesama protokol sehingga membuat ketidaknyamanan antar mereka,” katanya.

BACA JUGA:  ETOS Indonesia Desak Presiden: Usut Tuntas Dugaan Manipulasi Keuangan Rp8,3 Triliun di Pupuk Indonesia

Sementara itu Capt Leon mengunjungi KSOP Kelas 2 Benoa dan disambut Kepala KSOP bersama jajarannya untuk mengetahui perkembangan kelautan dan kemaritiman di Bali.

Setelahnya langsung melihat Pelabuhan Benoa untuk cek kegiatan logistik dan bongkar muat di pelabuhan tersebut.

Usai rangkaian acara di Bali, Capt Leon bersama rombongan menaiki speed boat guna mensurvey alur pelayaran di perairan dan Dermaga Pelabuhan Benoa Bali.

Pos terkait