Edisipost.com
SURABAYA (28/9) – PT Terminal Teluk Lamong menerima kunjungan resmi dari Saigon New Port (SNP), operator pelabuhan terbesar di Vietnam, dalam rangka benchmarking pengembangan teknologi pelabuhan dan digitalisasi operasional. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya SNP untuk mempersiapkan transformasi menuju pelabuhan semi-otomatis di negaranya.
Saigon New Port saat ini menguasai sekitar 57% pangsa pasar peti kemas nasional Vietnam dan menangani lebih dari 90% volume peti kemas di wilayah Ho Chi Minh City, melalui pelabuhan utamanya seperti Cat Lai Port dan Cai Mep–Thi Vai International Terminal.
Kunjungan benchmarking ini difokuskan pada penerapan teknologi Automatic Stacking Crane (ASC) yang telah digunakan secara penuh di Terminal Teluk Lamong. PT Terminal Teluk Lamong dipilih sebagai pelabuhan referensi karena merupakan pelabuhan pertama di Indonesia yang mengimplementasikan sistem semi-otomatis dan berwawasan lingkungan.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi SNP turut didampingi oleh Realtime Business Solutions (RBS), penyedia sistem operasional pelabuhan terkemuka asal Australia yang juga menjadi mitra pengembangan sistem digital di Terminal Teluk Lamong.
“Kami bangga dapat berbagi pengalaman kepada Saigon New Port, khususnya dalam implementasi ASC yang sejak awal menjadi komitmen kami untuk mewujudkan efisiensi logistik yang ramah lingkungan,”
ujar Syaiful Anam, Senior Manager Sekretaris Perusahaan & Hukum PT Terminal Teluk Lamong.
Ia menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kerja sama regional dalam sektor pelabuhan dan logistik yang semakin mengarah ke digitalisasi dan keberlanjutan.
Sementara itu, Nguyen Phuong Nam, Executive Vice President Saigon New Port, menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan dan kolaborasi yang ditunjukkan oleh PT Terminal Teluk Lamong.
“Kami melihat Terminal Teluk Lamong telah mengadopsi teknologi pelabuhan modern yang sejalan dengan arah pengembangan global. Ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing Saigon New Port,”
ungkapnya.
Kegiatan benchmarking ditutup dengan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung integrasi antara sistem digital dengan peralatan semi-otomatis di lapangan. Tim dari SNP, RBS, dan PT Terminal Teluk Lamong bersama-sama meninjau berbagai proses yang telah terdigitalisasi sebagai bagian dari komitmen menuju pelabuhan yang efisien dan berkelanjutan.
