Sarbumusi: Buruh Pelabuhan Harus Siap Hadapi Tantangan Zaman dan Modernisasi

oleh
Sarbumusi: Buruh Pelabuhan Harus Siap Hadapi Tantangan Zaman dan Modernisasi

 

Jakarta, 09/08/2026 – Edisipost.com
Presiden Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi), Irham Ali Saifuddin, menegaskan bahwa sektor pelabuhan merupakan bidang strategis yang akan terus berkembang di masa depan. Karena itu, ia mengajak para buruh untuk bersiap menghadapi tantangan zaman, termasuk adaptasi terhadap teknologi dan peningkatan kompetensi.

Hal ini disampaikan Irham dalam sambutannya pada acara Deklarasi Afiliasi Federasi Serikat Pekerja Pelabuhan dan Strategis Nasional (FSPPSN) ke dalam keluarga besar K-Sarbumusi. Acara tersebut digelar di Lobi Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Sabtu (9/8/2025).

“Saya kira ini juga bisa menjadi basis positioning bagi federasi baru ini untuk bisa terus bernegosiasi. Bukan hanya dengan perusahaan, kami juga akan bantu mengamplifikasi ke tingkat pemerintah, agar ada perhatian khusus terhadap peningkatan kompetensi kawan-kawan sekalian,” ujar Irham.

Ia mengingatkan bahwa modernisasi, termasuk potensi adopsi kecerdasan buatan (AI), tidak boleh menjadi ancaman bagi para buruh.

“Ketika modernisasi atau bahkan adopsi AI meluas, kawan-kawan yang sudah bekerja tidak lantas terlempar dan kehilangan pekerjaannya. Kuncinya adalah kesiapan dan peningkatan kapasitas,” lanjutnya.

Menurut Irham, ada dua konteks penting yang menjadikan sektor pelabuhan sangat strategis. Pertama, secara geografis, Indonesia adalah negara kepulauan yang membutuhkan konektivitas antarpulau, menjadikan pelabuhan sebagai infrastruktur vital yang tak tergantikan.

“Saya berharap teman-teman bisa men-challenge diri sendiri untuk memberikan masukan konstruktif dan advice di bidang kebijakan. Pemerintah dan BUMN sektor pelabuhan harus terus dikawal agar berkembang,” ujarnya.

Kedua, Irham menyoroti pertumbuhan pesat di sektor logistik dan pergudangan pasca-pandemi. Ia mencatat adanya lonjakan signifikan arus barang dalam empat tahun terakhir, yang menurutnya merupakan peluang emas bagi para buruh.

“Dalam hitungan saya, sejak masa pemulihan pasca-Covid-19, sektor logistik tumbuh sangat drastis. Kawan-kawan bisa cek data BPS, pertumbuhannya sangat signifikan dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Irham menegaskan bahwa Sarbumusi bukanlah serikat buruh biasa. Ia mengingatkan bahwa organisasi ini lahir dari rahim perjuangan ulama Nahdlatul Ulama (NU) dan memiliki legitimasi moral dan historis yang kuat.

“Kawan-kawan tidak usah khawatir. Jangan hanya lihat Sarbumusinya. Sarbumusi ini anaknya NU. Dan NU adalah pemegang saham terbesar di republik ini. Tidak ada satu pun hal yang bisa gagal apabila dinegosiasikan oleh NU. Dan Sarbumusi adalah bagian dari NU,” tegasnya.

Dengan bergabungnya FSPPSN ke dalam K-Sarbumusi, diharapkan akan terbangun kekuatan baru di sektor pelabuhan dan kawasan strategis nasional untuk menghadapi perubahan global, teknologi, serta dinamika ketenagakerjaan masa depan.