Sinergi KPLP dan Basarnas Evakuasi Nakhoda MT Elisabeth di Selat Sunda” Berita

oleh

 

Edisipost.com
Banten – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan turut mendukung pelaksanaan evakuasi medis (medevac) terhadap Nakhoda kapal MT Elisabeth, Andrew Shushkien (41), yang mengalami gangguan kesehatan saat melintas di perairan Selat Sunda, Banten, Sabtu (7/3/2026).

Permintaan evakuasi medis diterima melalui Vessel Traffic Service (VTS) Merak yang berada di bawah Distrik Navigasi Tanjung Priok. Informasi tersebut kemudian segera dikoordinasikan dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Maritime Command Center (MCC) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, serta Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) PLP Tanjung Priok bersama instansi terkait lainnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, korban mengalami kram pada bagian abdomen sehingga membutuhkan penanganan medis segera di darat. Untuk mempercepat proses evakuasi, kapal MT Elisabeth diarahkan menuju wilayah perairan Merak agar proses medevac dapat dilakukan dengan cepat dan aman.

Operasi evakuasi dilaksanakan dengan melibatkan KN SAR 247 Tetuka dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten sebagai unsur utama. Kapal tersebut bergerak dari Dermaga Bandar Bakau Jaya menuju posisi kapal guna mengevakuasi korban.

Dalam operasi tersebut, KN SAR 247 Tetuka membawa total 29 orang person on board (POB) yang terdiri dari awak kapal, tim rescuer Basarnas, personel Polair Mabes Polri dan Polair Polda Banten, petugas Balai Karantina Kesehatan, petugas Imigrasi, agen kapal, serta personel KPLP dari Kapal Patroli KPLP KN Golok-P.206 milik Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok.

Setelah proses evakuasi berhasil dilakukan di tengah laut, korban kemudian dibawa menuju Pelabuhan BBJ Bojonegara dan selanjutnya dirujuk ke RS Betsaida Cilegon untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, Fourmansyah, menyampaikan bahwa operasi medevac tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran di wilayah perairan Indonesia.

“Operasi medevac ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan keselamatan pelayaran. Sinergi antarinstansi menjadi kunci penting sehingga penanganan keadaan darurat di laut dapat dilakukan secara cepat, aman, dan profesional,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok akan terus siaga dalam mendukung operasi keselamatan pelayaran, penanganan keadaan darurat di laut, serta perlindungan lingkungan maritim, khususnya di wilayah Selat Sunda dan sekitarnya.