Edisipost.com
Makassar, 05 Maret 2026 – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan dan keamanan operasional pelayaran di perairan Sungai Mahakam, Samarinda. Upaya tersebut diwujudkan melalui pemasangan dua fasilitas keselamatan baru di sekitar Jembatan Mahakam, yakni Port Entry Light (PEL) dan sensor monitoring kondisi perairan.
Port Entry Light (PEL) mulai dipasang sejak September 2024. Perangkat ini berupa lampu sistem suar navigasi berintensitas tinggi yang berfungsi memandu kapal saat memasuki pelabuhan atau alur pelayaran, termasuk saat melintas di kolong jembatan. Lampu ini juga berperan menandai jalur aman, menunjukkan arah pelayaran, serta mengidentifikasi potensi bahaya, terutama pada malam hari atau ketika jarak pandang terbatas.
Direktur Operasi dan Teknik SPJM, Edward DN Napitupulu, menjelaskan bahwa teknologi tersebut telah banyak digunakan di berbagai pelabuhan internasional yang memiliki lalu lintas kapal padat atau alur pelayaran sempit.
“Kami telah melakukan beberapa riset dan Port Entry Light (PEL) memang sudah banyak digunakan di pelabuhan internasional yang sibuk. Lampu ini menjadi standar keamanan penting untuk memandu kapal memasuki alur pelayaran dengan aman, baik siang maupun malam hari. Karakteristik pelayanan pemanduan di kolong Jembatan Mahakam cukup menantang, sehingga kami berinisiatif memasang PEL untuk membantu nahkoda kapal dan perwira pandu memastikan posisi kapal berada di jalur yang benar saat melintas dengan aman,” jelas Edward.
Selain pemasangan PEL, SPJM juga telah memasang sensor monitoring kondisi perairan di sekitar Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) sejak Januari 2026. Sistem ini berfungsi memberikan informasi mengenai kecepatan arus sungai serta jarak antara permukaan air dengan struktur jembatan (clearance).
Data dari sensor tersebut terhubung dengan monitor display yang terpasang pada railing Jembatan Mahakam. Sementara itu, di Stasiun Pandu dekat Jembatan Mahulu juga telah dipasang sensor ketinggian muatan kapal berbasis laser range finder.
Seluruh perangkat sensor dapat dipantau melalui dashboard monitoring berbasis web yang memperbarui informasi setiap satu menit. Sistem ini menampilkan data terkini mengenai kecepatan arus sungai, clearance jembatan, serta memberikan notifikasi peringatan (alert) apabila terdapat kapal dengan muatan yang melebihi batas yang ditetapkan dalam regulasi.
Edward menambahkan bahwa kehadiran teknologi ini akan sangat membantu perwira pandu dan nahkoda kapal dalam mengambil keputusan saat melakukan manuver kapal di perairan yang terbatas. “Sensor ini akan sangat membantu memberikan informasi yang akurat bagi perwira pandu dan nahkoda saat melakukan pemanduan kapal secara aman dan efisien, terutama dalam proses olah gerak. Sistem monitoring ini juga meningkatkan situational awareness sehingga navigasi kapal di ruang terbatas, seperti kolong Jembatan Mahakam, dapat berlangsung dengan selamat, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Melalui berbagai inovasi tersebut, SPJM menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) dalam mendukung keselamatan pelayaran dan kelancaran aktivitas maritim di perairan Sungai Mahakam.
