SPJM Raih 19 Juta Jam Kerja Tanpa Fatality Sepanjang 2025, Tegaskan Budaya K3 sebagai Komitmen Utama

oleh
SPJM Raih 19 Juta Jam Kerja Tanpa Fatality Sepanjang 2025, Tegaskan Budaya K3 sebagai Komitmen Utama

Edisipost.com
Makassar, 18 Februari 2026 – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) Grup, subholding dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang Marine, Equipment, Port Services, Dredging, dan Shipyard (MEPS), menegaskan komitmen tertinggi terhadap aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan mencatatkan 19.347.232 jam kerja pelayanan tanpa fatality sepanjang periode tahun 2025.

Capaian ini mengukuhkan SPJM sebagai perusahaan dengan predikat Zero Fatality di industri berisiko tinggi. Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti keberhasilan perusahaan dalam membangun lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif di seluruh wilayah operasional.

Predikat nihil fatality memiliki makna strategis karena mencerminkan tingkat keselamatan kerja yang tinggi, yang hanya dapat dicapai melalui konsistensi budaya K3, kinerja operasional yang disiplin, serta komunikasi yang efektif di seluruh lini perusahaan.

Atas pencapaian tersebut, SPJM menerima penghargaan dari Holding PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Penghargaan diserahkan oleh Group Head K3 dan Sistem Manajemen PT Pelindo kepada manajemen SPJM dalam forum Safety Forum yang dihadiri perwakilan entitas Pelindo Grup.
SVP Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan perusahaan.

“Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi merupakan wujud dari upaya berkelanjutan kami dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus memastikan konsistensi penerapan K3L di seluruh lini perusahaan. Kami ingin membangun bukan hanya awareness, tetapi menjadikan K3 sebagai budaya kerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa,” ujar Tubagus Patrick.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari penguatan implementasi program K3 sebagai bagian dari komitmen mencapai Zero Accident (Fatality). Berbagai langkah preventif dilakukan secara sistematis, antara lain peningkatan safety awareness kepada pekerja dan mitra eksternal, komitmen aktif manajemen melalui agenda rutin management walkthrough, peningkatan kompetensi SDM, serta pemenuhan sarana dan prasarana K3.

Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan kesiapsiagaan darurat melalui pelatihan basic life support dan pelaksanaan safety drill secara berkala guna memastikan respons cepat dan tepat dalam situasi darurat.

Pengendalian risiko diperkuat melalui penyusunan dan implementasi risk register seperti Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR) serta Hazard Risk Assessment (HRA) di seluruh unit kerja.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan SPJM yang telah menunjukkan disiplin dan dedikasi dalam menaati aturan K3L. Penghargaan ini menjadi pemacu bagi kami semua untuk terus menjaga konsistensi, karena keselamatan bukan sekadar program, melainkan komitmen bersama agar setiap insan perusahaan dapat bekerja dengan aman dan pulang dengan selamat,” tutup Tubagus Patrick.