Edisipost.com
Jakarta- Penguatan tata kelola yang akuntabel dan berbasis manajemen risiko menjadi fondasi penting dalam mendukung reformasi birokrasi di lingkungan TNI Angkatan Udara.
Staf Perencanaan dan Anggaran TNI Angkatan Udara (Srenaau) menggelar Sosialisasi Manajemen Risiko dan Bimbingan Teknis Pengisian Penilaian Mandiri SPIP Satker Balakpus TNI AU Tahun 2026 di Gedung Roesmin Nurjadin Kodau I, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Sosialisasi dibuka Waasrena Kasau Marsma TNI Wastum, S.E., M.M.P., MS (NSSS)., mewakili Asrena Kasau Marsda TNI Ian Fuady.
Asrena Kasau dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan Waasrena Kasau menyebutkan penerapan Manajemen Risiko yang terintegrasi dengan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) merupakan instrumen strategis untuk mewujudkan tata kelola yang efektif, efisien, transparan, dan berorientasi pada hasil.
“Manajemen Risiko bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi merupakan bagian dari proses pengambilan keputusan dalam organisasi. Dengan Manajemen Risiko yang baik, setiap satuan kerja mampu mengidentifikasi potensi hambatan sejak dini, menetapkan langkah mitigasi yang tepat, serta memastikan sasaran organisasi dapat tercapai secara optimal,” ujar Asrena Kasau.
Melalui sosialisasi dan bimbingan teknis tersebut, seluruh Satker Balakpus TNI AU diharapkan memiliki pemahaman yang selaras dalam penerapan SPIP dan Manajemen Risiko secara efektif, konsisten, serta sesuai ketentuan guna mendukung terwujudnya organisasi TNI AU yang profesional, akuntabel, dan adaptif.
Sosialisasi menghadirkan narasumber Ari Andar Wulan dari BPKP dengan materi Pengisian Penilaian Mandiri SPIP Satker Balakpus TNI AU TA 2026.





