<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kabupaten Brebes &#8211; Edisi Post</title>
	<atom:link href="https://edisipost.com/tag/kabupaten-brebes/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://edisipost.com</link>
	<description>Media Informasi dan Bisnis Nasional</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Aug 2024 03:25:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://edisipost.com/go/wp-content/uploads/2026/02/cropped-edisipost-1-1-32x32.png</url>
	<title>Kabupaten Brebes &#8211; Edisi Post</title>
	<link>https://edisipost.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BKKBN dan Mitra Kerja Gelar KIE Program Bangga Kencana di Kabupaten Brebes</title>
		<link>https://edisipost.com/bkkbn-dan-mitra-kerja-gelar-kie-program-bangga-kencana-di-kabupaten-brebes/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Edisipost]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Aug 2024 12:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BKKBN Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Brebes]]></category>
		<category><![CDATA[Paramitha Widya Kususma]]></category>
		<category><![CDATA[Percepatan Penurunan Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://edisipost.com/?p=50653</guid>

					<description><![CDATA[Edisipost.com-Percepatan penurunan stunting atau tengkes di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah terus digenjot untuk mencapai target angka prevalensi sampai dengan 14 persen di]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Edisipost.com-Percepatan penurunan stunting atau tengkes di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah terus digenjot untuk mencapai target angka prevalensi sampai dengan 14 persen di tahun 2024 ini.</p>
<p>Untuk mewujudkannya, pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar kegiatan Promosi dan KIE Program Percepatan Penurunan Stunting Bersama Mitra Kerja di Provinsi Jawa Tengah.</p>
<p>Acara yang dihadiri langsung Hj Paramitha Widya Kusuma selaku Anggota DPR RI Komisi VII dan diikuti ratusan masyarakat seperti tim Kader Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga ini berlangsung di gedung KPN Kecamatan Banjarharjo pada Sabtu (03/08/2024).</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut Paramitha yang biasa disapa Mbak Mitha membagikan tips atau cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah stunting sejak dini.</p>
<p>“Bagaimana menanggulangi stunting? Yang pertama adalah bagaimana menjaga kesehatan. Orang yang sehat pasti akan melahirkan generasi-generasi yang sehat. Untuk sehat apalagi selain menjaga makanan? Ya bergerak atau aktivitas fisik setiap hari, menjaga lingkungan yang bersih dan Sehat,” kata Mbak Mitha dalam paparannya.</p>
<p>Perlu diketahui, berdasarkan angka prevalensi stunting di Brebes tertinggi dibanding Kabupaten/Kota lain di Jawa Tengah. Menurut data, angka stunting berada di 29,1 persen dan berada di atas angka stunting Nasional.</p>
<p>Lebih lanjut, Mbak Mitha juga berpesan dan berharap adanya peran serta dari masyarakat dalam upaya menekan angka stunting yang masih tinggi di wilayah kerjanya.</p>
<p>“Nah, jadi di Brebes karena tingkat stuntingnya tinggi saya minta tolong kepada Bapak/Ibu yang hadir nanti ilmu yang diperoleh dari sini tolong disampaikan ke keluarganya, tetangga, serta lingkungannya, ujar Mbak Mitha.</p>
<p>Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas DP3KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) Kabupaten Brebes, Akhmad Ma’Mun, Widya Iswara Ahli Madya BKKBN Pusat M. Djami&#8217;ul Ma&#8217;ruf, S.Sos., M.AP dan Kepala Perakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Ibu Eka Sulistia Ediningsih, SH</p>
<p>Dalam kesempatannya Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Ibu Eka Sulistia Ediningsih, SH, mengatakan perlu disadari masyarakat bahwa Stunting dapat mengancam sumberdaya manusia yang berkualitas, karena Stunting menjadi pintu masuk seluruh penyakit yang tidak menular seperti diabetes, jantung koroner, dan osteoporosis.</p>
<p>&#8220;Penyebabnya semua itu adalah kurangnya gizi pada 1000 hari pertama kelahiran, pola asuh dan pola makan yang salah. Oleh karena itu saya mengajak bapak dan ibu untuk mencegah Stunting sejak dini supaya anak-anak kita sehat dan berkualitas”</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://edisipost.com/go/wp-content/uploads/2024/08/KIE-Paramitha-widya-kesuma.-3-agustus.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
		<item>
		<title>BKKBN dan Paramitha Widya Kusuma Sosialisasikan KIE Bangga Kencana Di Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes</title>
		<link>https://edisipost.com/bkkbn-dan-paramitha-widya-kusuma-sosialisasikan-kie-bangga-kencana-di-kecamatan-larangan-kabupaten-brebes/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Edisipost]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Aug 2024 12:25:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BKKBN]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Brebes]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Larangan]]></category>
		<category><![CDATA[KIE Bangga Kencana]]></category>
		<category><![CDATA[Paramitha Widya Kusuma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://edisipost.com/?p=50657</guid>

					<description><![CDATA[Edisipost.com-Hj Paramitha Widya Kusuma selaku Anggota DPR RI Komisi VII Bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggencarkan percepatan penurunan stunting]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Edisipost.com-Hj Paramitha Widya Kusuma selaku Anggota DPR RI Komisi VII Bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggencarkan percepatan penurunan stunting melalui kegiatan sosialisasi dan KIE Bangga Kencana yang digelar di Gedung Serbaguna NU, Desa Kedawon, Kec. Larangan, Kab. Brebes, Jawa Tengah pada tanggal 2 Agustus 2024</p>
<p>Kegiatan dihadiri oleh Tokoh Masyarakat Kab Brebes Saiful Imam, Kepala DP3KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) Kabupaten Brebes, Akhmad Ma’Mun., Widya Iswara Ahli Madya Drs. Bambang Wijonarko, M.Sc, Ketua Tim Akses Kualitas Pelayanan KB dan Kespro, BKKBN Prov. Jawa Tengah Agoes Poedjianto, SH, M.Kes serta ratusan warga peserta kegiatan.</p>
<p>Dalam Paparannya, Drs. Bambang Wijonarko, M.Sc mengatakan, sosialisasi dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) program Bangga Kencana bersama mitra kerja ini merupakan salah satu program BKKBN dalam mengentaskan stunting. Stunting ini merupakan kondisi kekurangan gizi pada balita yang berlangsung lama pada masa 1000 hari pertama kehidupan (sejak kehamilan hingga bayi berusia 2 tahun).</p>
<p>Hj Paramitha Widya Kusuma atau yang akrab disapa mbak mitha menyebutkan Menjadikan penduduk Indonesia berkualitas Pertambahan jumlah penduduk tidak dibarengi dengan kualitas penduduk maka akan jadi beban negara. Oleh karena itu diperlukan program keluarga berencana dimana Siklus kehidupan yang menerapkan keluarga berencana.</p>
<p>&#8220;Pentingnya KB untuk menghindari stunting karena Angka stunting di Indonesia masih rawan. ujar Mbak Mitha.</p>
<p>Mba Mitha melanjutkan Stunting adalah gagalnya tumbuh kembangnya anak di periode 1000 hpk, Gagal tumbuh tidak hanya secara fisik namun juga secara berkembang dengan kondisi kognitif sehingga tidak dapat bersaing dengan negara lainnya.</p>
<p>&#8220;Mari kita wujudkan zero stunting di Kabupaten Brebes,&#8221; ajak Mba Mitha.</p>
<p>Sementara itu Agoes Poedjianto, SH, M.Kes Menambahkan Ciri stunting diperkenalkan dengan ciri, Pasti pendek, Kurang cerdas, Gampang sakit. Selain itu tahun 2024 prevalensi angka stunting harus 14 persen. Salah satu strategi penurunan stunting adalah pendekatan keluarga (efektif).</p>
<p>&#8220;Setelah pulang sampaikan kepada anggota keluarga di rumah tentang stunting, pencegahan stunting di 1000 HPK (masa hamil sampai baduta) dengan asupan gizi, menjaga kebersihan,&#8221; harap Agus Poedjianto</p>
<p>Terakhir agus berpesan jika sudah terlanjur stunting maka akan jadi beban keluarga. Oleh karenanya perlu Stimulasi dengan ikut KB dengan mkjp, Datang ke BKB untuk mengetahui apa itu stunting, cara mencegah stunting, menyadarkan ayah untuk tidak merokok, asupan gizi, cara menjalin suami dan isteri untuk mengasuh anak.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://edisipost.com/go/wp-content/uploads/2024/08/paramitha-Widya-Kusuma.-2-agustu-1.jpg" medium="image"></media:content>
            	</item>
	</channel>
</rss>
