Edisipost.com
Kedatangan KH Said Aqil Siradj menjadi angin segar di ajang Silaturahmi Kebangsaan yang dihadiri oleh seluruh Kyai di Banten, mengingat lokasi PSN PIK2 berada di wilayah tersebut. Suasana keakraban terasa di kalangan tamu undangan, termasuk para Kyai dari berbagai daerah di Banten.
Tema Silaturahmi Kebangsaan ini menjadi sangat penting dan diadakan di Resto Istana Nelayan, Serpong, Tangerang (6/1). Seperti ditegaskan oleh Cak Ofi, Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara (BKN), acara ini diadakan untuk menjaga persatuan Indonesia. Karena itu, Cak Ofi merasa perlu kehadiran mantan ketum PBNU untuk menguatkan persatuan umat Islam agar tidak terpecah belah oleh berita tentang PSN PIK2.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh para Kyai Banten, pokok pembahasan adalah isu negatif tentang PSN, sehingga diperlukan informasi yang jelas agar dapat dipahami dengan baik. ‘Masih ada ketidakpahaman tentang OSN PIK. Karena PSN dan PIK merupakan dua hal yang berbeda,’ ujar Cak Ofi.
Acara ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh dan Kyai dari Banten, di antaranya: KH. Bazari Syam (Ketua MUI Provinsi Banten), KH. Bunyamin Hafidz (Ketua DMI Banten), KH. Matin Syarkowi (Majelis Pesantren Salafiah), Prof. Dr. KH. Wawan Wahyudin (Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten), KH. Syarif Rahmat (Padasuka), Dr. KH. Endang (Sekretaris Jenderal MUI Provinsi Banten), KH. Alwiyan Qosyid Syam’un (Wakil Ketua MUI Banten), KH. Nawawi Syahroni (Wakil Ketua PWNU Banten), dan banyak tokoh lainnya.
Rehabilitasi Berbasis Kemaslahatan Umat
Kehadiran KH. Said Aqil Siradj menjadi hal terpenting pada acara tersebut. Sosok mantan ketum PBNU ini dianggap sebagai tokoh bijak yang menyampaikan pandangannya dengan penuh hikmah.
‘Saya lebih fokus tentang PSN, karena menyangkut lahan terlantar. Proyek ini bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga tentang kebhinekaan, persatuan, dan kemajuan bangsa,’ paparnya.
Bagi KH Said Aqil Siradj, membiarkan lahan terlantar adalah sebuah dosa. Oleh karena itu, ia mendukung pemanfaatan lahan PSN milik Kementerian Kehutanan untuk digunakan secara positif demi kemaslahatan umat.
KH Said Aqil Siradj menggunakan perumpamaan jalan raya untuk menjelaskan hal ini, bahwa jalan raya sangat penting digunakan untuk berbagai kepentingan.
Dijelaskan pula bahwa optimalisasi lahan mangrove di PSN seluas 91 hektar adalah langkah terbaik yang dilakukan pihak PIK. Terlebih, pengembangan rehabilitasi diperluas hingga mencapai 515 hektar.
‘Justru PSN membawa kemaslahatan umat. Jangan diplintir sebagai sesuatu yang tidak baik. Mari diajak rembuk agar tercipta keharmonian antar umat dan pihak lainnya,’ ujar KH Said Aqil Siradj.
Apalagi dengan adanya rehabilitasi tersebut, akan tercipta lingkungan hidup yang lebih baik dan membuka peluang ekonomi.
‘Rehabilitasi tidak hanya menahan abrasi, tetapi di lokasi ini nanti juga akan dirancang sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan. Baik wisata religi, wisata kuliner, maupun objek wisata lainnya. Bahkan, akan dibangun sirkuit Formula 1,’ tambahnya.”
