Terminal Teluk Lamong Perkuat Operasi Aman, Efisien, dan Berintegritas melalui Audit Terintegrasi 4 ISO Series

oleh
Terminal Teluk Lamong Perkuat Operasi Aman, Efisien, dan Berintegritas melalui Audit Terintegrasi 4 ISO Series

Edisipost.com
Surabaya, 20 Januari 2026 – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan operasional dan tata kelola perusahaan yang berkelanjutan melalui pelaksanaan Audit Eksternal Sistem Manajemen Terintegrasi ISO Series Tahun 2026.

Audit ini dilaksanakan secara bertahap mulai 12 hingga 30 Januari 2026. Audit terintegrasi tersebut mencakup empat standar internasional, yakni ISO 9001:2015 (Sistem Manajemen Mutu), ISO 45001:2018 (Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja), ISO 50001:2018 (Sistem Manajemen Energi), serta ISO 37001:2016 (Sistem Manajemen Anti Penyuapan).

Pelaksanaannya dilakukan di sejumlah lokasi operasional, meliputi PT Terminal Teluk Lamong, Terminal Petikemas (TPK) Teluk Lamong, TPK Berlian, dan TPK Nilam.
Audit ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses bisnis TTL berjalan secara efektif, aman, efisien, serta menjunjung tinggi prinsip integritas dan kepatuhan.

Melalui penerapan sistem manajemen yang terintegrasi, perusahaan mampu mengelola risiko secara lebih komprehensif, meningkatkan konsistensi kinerja operasional, serta mendukung pencapaian sasaran strategis perusahaan secara berkelanjutan.

Rangkaian audit dilaksanakan oleh auditor eksternal independen, diawali dengan opening meeting, dilanjutkan audit lapangan sesuai audit plan, dan ditutup dengan closing meeting. Seluruh unit kerja di lingkungan PT Terminal Teluk Lamong berperan aktif dalam mendukung proses audit melalui penyediaan data dan dokumen sebagai bukti penerapan sistem manajemen sepanjang tahun 2025.

Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, M. Syukur, menyampaikan bahwa audit ISO terintegrasi tidak sekadar bertujuan mempertahankan sertifikasi, namun juga memberikan nilai tambah nyata bagi perusahaan.

“Penerapan ISO secara terintegrasi membantu Terminal Teluk Lamong menjaga konsistensi kualitas layanan, meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja, mengoptimalkan penggunaan energi, serta memperkuat sistem pencegahan penyuapan. Hal ini berdampak langsung pada keandalan operasional dan peningkatan kepercayaan para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan audit empat sistem manajemen ISO secara terintegrasi memiliki tantangan tersendiri, khususnya dalam kesiapan dokumentasi dan implementasi di lapangan.

“Metode audit terintegrasi ini menuntut kesiapan tim yang lebih matang, namun terbukti lebih efisien dan efektif. Waktu audit menjadi lebih singkat, sementara hasil yang diperoleh jauh lebih komprehensif karena sistem manajemen tidak dinilai secara terpisah,” tambah Syukur.

Melalui pelaksanaan Audit ISO Terintegrasi ini, PT Terminal Teluk Lamong menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola perusahaan serta menumbuhkan budaya perbaikan berkelanjutan, guna mendukung layanan kepelabuhanan yang andal, aman, berintegritas, dan berdaya saing tinggi bagi seluruh pengguna jasa.