Edisipost.com
Surabaya, 29 Oktober 2025 – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus membuktikan komitmennya dalam mewujudkan transformasi budaya kerja yang efisien, aman, dan berkelanjutan. Melalui inovasi dan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), TTL bersama seluruh terminal di bawah pengelolaannya berhasil mencatatkan peningkatan kinerja signifikan.
Salah satu capaian menonjol datang dari TPK Berlian, yang sukses menerapkan sistem Hot Seat Management sejak 1 Oktober 2025. Inovasi ini memungkinkan pergantian operator dilakukan langsung di alat tanpa menghentikan aktivitas bongkar muat, sehingga proses operasional berjalan tanpa jeda.
Perubahan sistem kerja ini diawali dengan penyesuaian pola jam istirahat tenaga kerja bongkar muat (TKBM). Dua gang kerja kini bergantian mengambil waktu istirahat, sementara operator standby disiapkan untuk mengantisipasi kekosongan posisi saat pergantian shift. Tak hanya itu, pemantauan kinerja dilakukan setiap 30 menit untuk menekan potensi waktu idle.
Langkah strategis tersebut terbukti memberikan hasil yang luar biasa. Berdasarkan hasil evaluasi periode 1–13 September 2025 dibandingkan 1–13 Oktober 2025, produktivitas TPK Berlian meningkat di hampir seluruh aspek.
Box per Ship Hour (BSH Nett) naik 6% dari 25,59 menjadi 27,21.
Box per Crane Hour (BCH Gross) meningkat 3% dari 14,41 menjadi 14,85.
BSH Gross naik 5% dari 23,06 menjadi 24,18.
BCH Nett meningkat 3% dari 17,35 menjadi 17,90.
Efisiensi waktu sandar kapal juga membaik dengan rasio ET:BT meningkat dari 82,93% menjadi 83,18%.
Tak kalah penting, indikator waktu non-produktif (NOT2) mencatat penurunan signifikan sebesar 39%, dari 1,32 jam menjadi hanya 0,81 jam per call. Hasil ini turut mendongkrak volume produksi, dengan 23.215 box tercatat selama 13 hari pertama Oktober 2025, naik 7% dibanding 21.653 box pada periode sebelumnya.
Menariknya, lonjakan produktivitas tertinggi justru terjadi pada jam-jam yang sebelumnya tergolong periode non-produktif seperti waktu istirahat dan pergantian shift.
Pukul 06.30–06.59 naik 311%,
11.30–11.59 meningkat 549%,
17.30–17.59 melonjak 557%,
dan 23.30–23.59 naik 142%.
“Keberhasilan TPK Berlian dalam menekan waktu idle hingga 39 persen menjadi bukti nyata komitmen seluruh jajaran terhadap efisiensi dan pelayanan prima kepada pengguna jasa. Inovasi ini sejalan dengan semangat transformasi Pelindo Group dalam menciptakan operasional pelabuhan yang semakin produktif, adaptif, dan berdaya saing tinggi,” ujar David Pandapotan Sirait, Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong.
TPK Berlian berkomitmen melanjutkan optimalisasi sistem Hot Seat Management melalui evaluasi rutin dan peningkatan koordinasi lintas divisi. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi model efisiensi yang dapat diterapkan di terminal-terminal lain di bawah pengelolaan TTL.
Transformasi Budaya K3L: Meningkatkan Kinerja, Menguatkan Keselamatan
Selain peningkatan produktivitas operasional, TTL juga memperkuat aspek keselamatan kerja melalui kegiatan “TTL Evaluasi Kinerja K3L dan Indikator Risiko”. Agenda strategis ini menjadi wadah penting untuk meninjau capaian, tantangan, dan arah transformasi budaya K3L di seluruh lingkungan TTL Group — meliputi TPK Nilam, TPK Berlian, dan TPK Lamong.
“Fokus evaluasi diarahkan pada isu-isu K3L yang dihadapi masing-masing terminal, pemenuhan Key Risk Indicator, serta implementasi safety transformation. Kami memastikan TTL senantiasa konsisten menjaga standar K3L di level tertinggi,” jelas Muhammad Syukur, Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong.
Transformasi keselamatan di TTL menitikberatkan pada tiga aspek utama:
1. Terminal Sterilization – memastikan tidak ada orang atau kendaraan tak berkepentingan memasuki area berisiko tinggi.
2. Safety Induction – pembekalan bagi setiap individu yang beraktivitas di terminal agar memahami potensi risiko kerja.
3. Minimum Requirement for Safety – penetapan standar keselamatan dari sisi fasilitas, peralatan, hingga kompetensi pekerja.
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam implementasi budaya K3L:
TPK Nilam meningkat 33%,
TPK Berlian naik 50%,
dan TPK Lamong mencapai peningkatan tertinggi sebesar 64%.
“Evaluasi kinerja K3L ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya keselamatan di seluruh lini. Kami memastikan setiap individu memiliki kesadaran dan tanggung jawab K3L yang tinggi,” ungkap Anang Januriandoko, Senior Manager QHSSE PT Terminal Teluk Lamong.
Dengan langkah nyata di bidang efisiensi operasional dan keselamatan kerja, TTL menegaskan posisinya sebagai pelopor transformasi budaya kerja pelabuhan yang produktif, aman, dan berkelanjutan — sejalan dengan visi Pelindo Group menuju pelabuhan berstandar global.
