Edisipost.com
SURABAYA, 20 Februari 2026 – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mengawali tahun 2026 dengan capaian kinerja operasional yang impresif. Sepanjang Januari 2026, total arus petikemas tercatat sebesar 234.895 TEUs, tumbuh 9,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 215.819 TEUs.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh lonjakan arus petikemas internasional yang mencapai 49.886 TEUs, meningkat signifikan 91,9 persen dibandingkan Januari 2025 sebesar 26.000 TEUs. Kenaikan tajam ini mencerminkan semakin kuatnya peran TTL dalam mendukung aktivitas logistik nasional dan internasional, sekaligus menunjukkan keberhasilan strategi optimalisasi kesiapan fasilitas serta pelayanan operasional.
Lonjakan arus internasional didorong oleh tambahan tiga ad hoc call dari pelayaran internasional Wan Hai Lines, serta hadirnya lima layanan internasional baru yang mulai beroperasi sejak kuartal IV 2025. Tambahan layanan ini memperluas konektivitas dan memperkuat posisi TTL sebagai salah satu terminal petikemas strategis di kawasan timur Indonesia.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menyampaikan bahwa capaian positif di awal tahun sejalan dengan tren pertumbuhan arus petikemas global dan meningkatnya kepercayaan para pengguna jasa.
“PT Terminal Teluk Lamong secara konsisten mengedepankan layanan operasional yang unggul, andal, dan aman guna menghadirkan standar layanan terminal yang berdaya saing tinggi,” ujar David.
Kinerja gemilang juga tercermin pada terminal-terminal di bawah pengelolaan TTL. TPK Lamong membukukan pertumbuhan arus sebesar 27 persen dengan realisasi 91.530 TEUs dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, TPK Nilam mencatatkan pertumbuhan 21 persen dengan realisasi 42.003 TEUs.
Dengan strategi operasional yang efektif dan efisien, serta komitmen berkelanjutan terhadap pengembangan sumber daya manusia, PT Terminal Teluk Lamong optimistis mampu menghadapi dinamika pasar yang semakin kompetitif. Sepanjang 2026, perusahaan menargetkan penguatan konektivitas logistik dan peningkatan kontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian nasional maupun internasional.
