Edisipost.com
Surabaya, 29 Oktober 2025 – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus menegaskan komitmennya dalam menjaga standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) melalui kegiatan Evaluasi Kinerja K3L dan Indikator Risiko yang dilaksanakan secara berkala. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi TTL Group — yang mencakup TPK Nilam, TPK Berlian, dan TPK Lamong — untuk meninjau capaian, tantangan, serta arah kebijakan transformasi budaya keselamatan di lingkungan kerja.
Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, menegaskan bahwa evaluasi ini merupakan langkah penting untuk memastikan penerapan K3L yang konsisten di seluruh lini operasional.
“Fokus evaluasi diarahkan pada isu-isu K3L yang dihadapi masing-masing terminal, pemenuhan Key Risk Indicator, serta implementasi safety transformation. Kami memastikan TTL senantiasa konsisten dalam menjaga standar K3L di level tertinggi,” jelas Muhammad Syukur.
Transformasi keselamatan di TTL mengacu pada tiga pilar utama, yakni:
1. Terminal Sterilization, memastikan tidak ada individu atau kendaraan yang tidak berkepentingan memasuki area berisiko tinggi.
2. Safety Induction, diberikan kepada setiap individu yang beraktivitas di terminal untuk memahami potensi risiko yang ada.
3. Minimum Requirement for Safety, yang menekankan standarisasi keselamatan dari aspek fasilitas, peralatan, hingga kompetensi tenaga kerja.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam implementasi transformasi budaya K3L di seluruh terminal. TPK Nilam mencatat peningkatan kinerja sebesar 33%, TPK Berlian sebesar 50%, dan TPK Lamong mencapai 64%. Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi budaya K3L di TTL berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Senior Manager QHSSE PT Terminal Teluk Lamong, Anang Januriandoko, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar evaluasi formal, tetapi juga momentum untuk memperkuat kesadaran dan tanggung jawab bersama terhadap keselamatan kerja.
“Evaluasi kinerja K3L ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya keselamatan di seluruh lini. Kami memastikan setiap individu memiliki kesadaran dan tanggung jawab K3L yang tinggi,” ungkap Anang Januriandoko.
Bagi TTL, keselamatan bukan hanya kepatuhan terhadap regulasi, tetapi merupakan nilai budaya inti yang membentuk cara kerja setiap insan perusahaan.
“Keselamatan merupakan bagian tak terpisahkan dari budaya kerja di Terminal Teluk Lamong. TTL berkomitmen untuk tidak hanya patuh terhadap standar K3L, tetapi juga menjadi teladan dalam penerapan budaya kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan,” tutupnya.
