Edisipost.com
Jakarta, 12 Februari 2026 – Wakil Menteri Perhubungan Republik Indonesia, KOMJEN POL Drs. Suntana, M.Si., menyatakan dukungan dan persetujuan penuh terhadap penyelenggaraan Kongres International Maritime Pilots’ Association (IMPA) ke-27 yang akan berlangsung pada 23 – 28 Agustus 2026 di Bali, Indonesia.
Dalam sambutannya, Wamenhub menegaskan bahwa penyelenggaraan kongres tersebut menjadi momentum strategis bagi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia untuk memperkuat peran dan kontribusinya dalam sektor maritim global.
“Kongres IMPA ke-27 bukan sekadar forum pertemuan para pandu kapal dunia, tetapi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmen dalam memperkuat keselamatan pelayaran, profesionalisme, dan kerja sama internasional demi terwujudnya sistem transportasi laut yang aman, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Suntana.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam mendorong kolaborasi internasional serta mempererat sinergi antarpemangku kepentingan, termasuk Kementerian Perhubungan, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Badan Karantina, Bea Cukai, TNI Angkatan Laut, Polri, serta seluruh stakeholder di sektor maritim.
Pemerintah Indonesia, lanjutnya, berharap kongres tersebut mampu menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategis dalam menghadapi berbagai tantangan global, seperti transformasi digital di bidang pelayaran, peningkatan keselamatan navigasi, serta perlindungan lingkungan laut.
“Melalui forum ini, kita berharap lahir gagasan dan kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan dinamika global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta maritim dunia,” katanya.
Sementara itu, Presiden INAMPA, Pasoroan Herman Harianja, menyampaikan bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah kongres yang digadang-gadang sebagai yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan IMPA.
“Total pandu di seluruh dunia hampir 8.500 orang. IMPA merupakan mitra strategis International Maritime Organization (IMO), badan PBB yang mengatur keselamatan dan regulasi maritim dunia. Mayoritas anggota IMO juga merupakan anggota IMPA,” ungkap Herman.
Ia menilai, kehadiran delegasi dari berbagai negara akan menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan potensi maritim Indonesia, baik dari sisi budaya, infrastruktur pelabuhan, hingga ketahanan maritim yang didukung TNI Angkatan Laut dan aparat keamanan lainnya.
“Kongres ini adalah ajang diplomasi maritim dan kebudayaan. Dunia akan melihat bahwa Indonesia tidak hanya kaya akan budaya, tetapi juga memiliki infrastruktur pelabuhan yang modern serta kesiapan pertahanan maritim yang kuat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Herman menjelaskan bahwa penyelenggaraan kongres sepenuhnya didukung oleh para peserta melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Ia juga mengapresiasi dukungan dari Kementerian Perhubungan, TNI AL, Polri, Imigrasi, dan Bea Cukai agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“Kami berharap momentum ini meningkatkan kepercayaan diri para perwira pandu di seluruh Indonesia. INAMPA bukan organisasi kecil, melainkan bagian dari jaringan global yang berperan penting dalam keselamatan pelayaran dunia,” katanya.
Capt. Fandi selaku Ketua Bidang Event Kongres IMPA, menambahkan bahwa sekitar 90 persen perdagangan dunia dilakukan melalui jalur laut, sehingga peran maritime pilot atau pandu kapal menjadi sangat krusial dalam memastikan kapal dapat bersandar dengan aman di pelabuhan.
“Ekonomi dunia sangat bergantung pada lalu lintas laut. Kapal tidak akan dapat bersandar tanpa bantuan pandu. Salah satu tujuan konferensi ini adalah melahirkan regulasi-regulasi maritim, khususnya terkait kepanduan, yang mendukung ekonomi global,” jelasnya.
Hingga saat ini, tercatat 26 negara dan sejumlah organisasi internasional telah mendaftar untuk menghadiri kongres tersebut. Panitia juga telah menyiapkan sekitar 1.400 kamar hotel bagi peserta dan tamu undangan.
“Kami telah mempersiapkan kegiatan ini secara menyeluruh dan berharap Kongres IMPA ke-27 di Bali menjadi yang terbesar dan terbaik sepanjang sejarah,” tambah Fandi.
Dukungan penuh juga disampaikan TNI Angkatan Laut. Aster Kasal, Laksda Bram Rusman dan Kolonel Renny Setiowati, menyatakan kesiapan TNI AL untuk mendukung keamanan laut dalam penyelenggaraan kongres.
“Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi dan pariwisata, tetapi juga memiliki dimensi pertahanan maritim. TNI Angkatan Laut akan memberikan dukungan penuh, terutama dalam aspek pengamanan,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Kongres IMPA ke-27, Indonesia diharapkan semakin dikenal sebagai negara maritim yang kuat, strategis, dan berdaya saing global, sekaligus mendorong peningkatan investasi serta penguatan sektor kepelabuhanan dan pelayaran nasional.





