Edisipost.com
Jakarta – Politisi dan pegiat sosial Yeni Wahid mendorong para alumni Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Trisakti untuk lebih terorganisasi agar karya-karya mereka bisa lebih dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Kalau alumni bisa lebih mengorganisasi diri, karya-karya kita akan lebih terlihat, bukan hanya oleh publik Indonesia, tetapi juga dunia. Dari situ, masyarakat bisa melihat kualitas alumni FSRD Trisakti,” ujar Yeni Wahid dalam sambutannya di acara Kongres Raya Alumni FSRD Trisakti, Sabtu, 13 September 2025.
Menurutnya, penguatan jejaring alumni tidak hanya berdampak pada eksistensi para seniman dan desainer lulusan FSRD Trisakti, tetapi juga bisa mendorong minat generasi muda untuk menempuh pendidikan di bidang seni dan desain.
“Itu salah satu efek yang kita harapkan—semakin banyak generasi muda yang tertarik masuk ke FSRD.”
Yeni juga menegaskan pentingnya karya-karya para alumni FSRD untuk lebih mendapatkan perhatian dan pengakuan, baik dari sektor pemerintah maupun swasta.
“Alumni bisa membantu terus menggaungkan karya-karya mereka agar mendapat pengakuan lebih luas,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa di era digital saat ini, kebutuhan akan keahlian desain justru semakin meningkat. Hal ini disebabkan karena masyarakat kini banyak menghabiskan waktunya di ruang digital, di mana tampilan visual sangat menentukan perhatian audiens.
“Dalam kehidupan virtual, desain sangat menentukan perhatian orang. Kalau desainnya jelek, orang langsung geser, langsung pindah. Itu sebabnya keahlian mendesain makin dibutuhkan,” jelas Yeni.
Ia juga menekankan bahwa secara naluriah manusia lebih merespons desain yang menarik.
“Kalau desain bagus, pesannya lebih cepat sampai dan lebih mengena. Karena itu, peran FSRD menjadi penting—bukan hanya untuk menghadirkan karya, tapi juga membuat dunia lebih indah,” tutupnya.
