Edisipost.com
Indonesian Maritime Pilots’ Association (INAMPA) menunjukkan kepedulian nyata terhadap korban bencana alam melalui kegiatan “INAMPA Peduli untuk Korban Bencana Alam di Sumatera” yang dilaksanakan sepanjang bulan Desember 2025. Aksi sosial dan kemanusiaan ini menjangkau berbagai wilayah terdampak bencana di tiga provinsi, yakni Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Di Provinsi Sumatera Utara, bantuan disalurkan kepada korban banjir di Kota Medan dan sekitarnya, meliputi Kecamatan Medan Marelan, Medan Deli, Medan Belawan, Medan Helvetia, Medan Tembung, Medan Amplas, Medan Perjuangan, serta Kabupaten Deli Serdang yang mencakup Kecamatan Hamparan Perak dan Kecamatan Labuan Deli. Selain itu, bantuan juga menjangkau wilayah Tapanuli Utara (Taput), Tapanuli Tengah (Tapteng), Sibolga, Tapanuli Selatan (Tapsel)/Batang Toru, Nias, serta daerah terdampak di Aceh dan Sumatera Barat.
Presiden INAMPA, Bapak Pasoroan Herman Harianja, bersama jajaran pengurus dan staf INAMPA, menghimpun donasi baik dari internal maupun eksternal organisasi untuk membantu para korban bencana alam.
Sejak 8–9 Desember 2025, Presiden INAMPA bersama Ketua Bidang Sosial dan Religi INAMPA, Capt. Syamsul Bakhri Kautjil, M.M., turun langsung ke lapangan dari pagi hingga sore hari, mendatangi masyarakat terdampak banjir di Kota Medan dan sekitarnya, termasuk Kabupaten Deli Serdang, Perumnas Mandala, serta sejumlah panti asuhan dan rumah ibadah.
Sementara itu, paket bantuan untuk wilayah Tapanuli Utara dan sekitarnya diserahkan langsung ke Posko Distribusi di Tarutung pada Rabu dan Kamis, 17–18 Desember 2025. Penyaluran bantuan ke Aceh, Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Sumatera Barat dilakukan melalui jalur darat dan laut, menggunakan angkutan darat serta kapal laut. Distribusi bantuan, termasuk untuk wilayah luar Kota Medan seperti Tapsel/Batang Toru, terus berlangsung hingga 30 Desember 2025.
Bantuan yang diberikan berupa paket sembako yang terdiri dari beras, gula, minyak goreng, mi instan, roti kering, air mineral, popok anak dan dewasa, pakaian baru dan layak pakai, serta bantuan biaya bagi beberapa korban bencana.
INAMPA juga menanggung biaya transportasi distribusi melalui tim relawan serta organisasi sosial dan kemasyarakatan.
Dalam keterangannya kepada awak media cetak, elektronik, dan online, Herman Harianja menyampaikan bahwa seluruh anggota Perwira Pandu Maritim Indonesia turut merasakan duka mendalam atas musibah yang terjadi.
“INAMPA hadir sebagai bentuk empati dan kepedulian kami kepada saudara-saudara yang tertimpa bencana. Walaupun bantuan yang kami berikan tidak seberapa, kami berharap dapat meringankan beban penderitaan para korban,” ujar Herman.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh donatur, baik internal maupun eksternal INAMPA, yang telah berkontribusi besar dalam menyukseskan program kemanusiaan ini.
“Kami berdoa kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, membalas seluruh kebaikan para donatur dengan berlimpah-limpah,” tutupnya.
