PANGKALAN PLP KELAS I TANJUNG PRIOK TERIMA ±560 PESERTA KUNJUNGAN EDUKASI MARITIM KKRI GELOMBANG V TA 2026

oleh
PANGKALAN PLP KELAS I TANJUNG PRIOK TERIMA ±560 PESERTA KUNJUNGAN EDUKASI MARITIM KKRI GELOMBANG V TA 2026

Edisipost.com

Jakarta, Senin (25/05/2026) – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok menerima kunjungan Kunjungan Edukasi Maritim KKRI Gelombang V Tahun Anggaran 2026 yang diikuti sekitar ±560 peserta, terdiri dari siswa, guru pendamping, unsur TNI AL dan panitia penyelenggara.

Kegiatan edukatif tersebut turut dihadiri Aster Pangkolinlamil TNI AL Kolonel Laut (P) Indra Joko Rerangin, M.Han., pejabat struktural Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok, unsur TNI/TNI AL serta pendamping peserta.

Kunjungan edukasi maritim ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dunia kemaritiman Indonesia kepada generasi muda serta memberikan pemahaman langsung mengenai tugas dan fungsi Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) sebagai unsur pemerintah di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Dalam sambutan Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok yang disampaikan oleh Kasubbag Tata Usaha Magdalena Alaida, S.E., M.A.K., mewakili Kepala Pangkalan Fourmansyah, S.H., M.M., M.H.,, disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk meningkatkan wawasan maritim, menanamkan semangat cinta tanah air serta membangun kepedulian generasi muda terhadap keselamatan dan keamanan laut Indonesia.

> “Kehadiran peserta menjadi momentum penting untuk mengenal lebih dekat dunia kemaritiman Indonesia serta tugas dan fungsi Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP).”

KPLP memiliki tugas strategis dalam menjaga keselamatan dan keamanan pelayaran, pengawasan, penegakan hukum di laut serta perlindungan lingkungan maritim, sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran aktivitas pelayaran nasional.

Selain itu, KPLP juga bertanggungjawab atas implementasi ketentuan internasional wajib (mandatory instruments) Organisasi Maritim Internasional/IMO, di antaranya:

✓ SOLAS (Safety of Life at Sea) — keselamatan jiwa di laut;
✓ MARPOL (Marine Pollution) — pencegahan pencemaran laut;
✓ STCW (Standards of Training, Certification and Watchkeeping) — standar kompetensi pelaut;
✓ ISPS Code (International Ship and Port Facility Security Code) — keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan.

Penerapan standar internasional tersebut menjadi bagian penting dalam menjamin keselamatan pelayaran, keamanan maritim dan perlindungan lingkungan laut Indonesia.

Dalam sesi edukasi, peserta memperoleh materi mengenai:
Profil dan tugas KPLP, Keselamatan pelayaran, Penegakan hukum di laut, Pengawasan dan perlindungan lingkungan maritim, Operasi kapal patroli negara, Demonstrasi alat keselamatan (Life Jacket, APAR dan peralatan operasional) dan Pengenalan profesi dan pengabdian di sektor maritim.

Kegiatan juga menekankan bahwa transportasi laut merupakan tulang punggung distribusi logistik, perdagangan dan pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga keselamatan pelayaran memiliki peran penting terhadap kelancaran aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat.

> “Ketika pelayaran aman dan lancar, maka aktivitas ekonomi serta distribusi kebutuhan masyarakat dapat berjalan dengan baik.”

Melalui kegiatan ini diharapkan peserta memiliki pemahaman bahwa Indonesia sebagai negara maritim membutuhkan generasi muda yang:
Mengenal sektor maritim, Memiliki semangat bela negara, Peduli terhadap keselamatan dan lingkungan laut dan Siap menjadi SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara Kunjungan Edukasi Maritim KKRI Gelombang V TA 2026, unsur TNI/TNI AL, guru pendamping serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Sebagai pesan utama kegiatan, peserta diharapkan memahami bahwa:

KPLP merupakan garda terdepan keselamatan pelayaran, keamanan, pengawasan, penegakan hukum dan perlindungan lingkungan laut Indonesia.