Pelindo Marine dan Polres Tanjung Perak Resmikan IPAL untuk Perkuat Kelestarian Sungai Kali Tebu

oleh
Pelindo Marine dan Polres Tanjung Perak Resmikan IPAL untuk Perkuat Kelestarian Sungai Kali Tebu

Edisipost.com

Surabaya, 3 Desember 2025 – “Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) resmi beroperasi di bantaran Sungai Kali Tebu, Kenjeran, Surabaya.” Fasilitas ini menjadi bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) hasil kolaborasi PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) dengan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, serta dukungan Baitul Mal Muamalat. IPAL tersebut akan dikelola oleh warga RW 09 Kelurahan Tanah Kali Kedinding untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus menjaga kebersihan sungai.

Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kompol Anindita Harcahyaningdyah, S.I.K., menegaskan pentingnya tanggung jawab kolektif dalam menjaga lingkungan. “Menjaga lingkungan adalah kewajiban kita bersama. Semoga dengan hadirnya IPAL ini dapat dijaga secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga sekitar,” ujarnya.

Selain peresmian IPAL, kegiatan penanaman pohon turut dilakukan di sepanjang bantaran sungai untuk memperkuat ekosistem dan mencegah erosi. Kabid Kebersihan & Pemberdayaan DLH Surabaya, Moch. Rokim, S.T., menyampaikan bahwa program pengelolaan limbah berbasis masyarakat ini berpotensi menjadi contoh bagi wilayah lain. “Dengan adanya IPAL, limbah rumah tangga tidak langsung turun ke sungai. Kita tidak hanya mengelola limbah, tetapi juga menjaga tepi sungai agar tetap lestari,” katanya.

Direktur Utama PT Pelindo Marine Service, Warsilan, mengapresiasi komitmen warga RW 09 yang telah memanfaatkan tepi sungai untuk kegiatan produktif sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. “Kami berharap sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat melalui IPAL ini tidak hanya menjaga kelestarian sungai, tetapi juga dimanfaatkan untuk kegiatan produktif demi menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ketua RW 09 Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Yoyok Soehendro, juga menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya fasilitas IPAL dan bantuan bibit tanaman hortikultura sebagai bagian dari Program TJSL. “Kami akan memanfaatkan IPAL untuk kegiatan produktif yang ramah lingkungan, seperti menanam hortikultura, budidaya lele, serta mengembangkan aktivitas bernilai ekonomi dengan tujuan menjaga ekosistem sungai,” ujarnya.

Sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah konkret dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Program IPAL ini tidak hanya menekankan pengelolaan limbah, tetapi juga pemberdayaan warga melalui kegiatan produktif yang ramah lingkungan, sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian ekosistem sungai.