Edisipost.com
CILACAP – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) terus memperkuat budaya keselamatan pelayaran dengan menggelar Kampanye Keselamatan Pelayaran di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (27/7). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat maritim terhadap pentingnya keselamatan saat beraktivitas di laut.
Dalam kegiatan tersebut, Ditjen Hubla menyerahkan berbagai bantuan kepada nelayan dan masyarakat maritim di kawasan Pantai Teluk Penyu, Cilacap. Bantuan yang disalurkan meliputi 1.690 unit life jacket, 1.440 e-Pas Kecil, serta 148 Pas Sungai dan Danau.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud yang diwakili Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Kesatuan Pengawasan Laut dan Pelayaran (KPLP), Triono, mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pelayaran sekaligus mendukung tertib administrasi kapal.
«”Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pemenuhan alat keselamatan sekaligus mendorong terwujudnya tertib administrasi pelayaran,” ujar Triono.»
Menurutnya, Kabupaten Cilacap merupakan salah satu kawasan strategis yang memiliki aktivitas pelayaran niaga, distribusi logistik, serta sektor perikanan yang sangat tinggi. Karena itu, tingginya aktivitas tersebut harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap aspek keselamatan guna menekan risiko kecelakaan di laut.
«”Keselamatan pelayaran adalah tanggung jawab bersama. Seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat maritim, perlu menjadikan keselamatan sebagai budaya dengan selalu melengkapi kapal menggunakan peralatan keselamatan, mengenakan life jacket, serta tidak melebihi kapasitas angkut kapal,” tegasnya.»
Pada kesempatan yang sama, mewakili Plt. Bupati Cilacap, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Bintang Dwi Cahyono, menyampaikan apresiasi atas langkah Kementerian Perhubungan dalam meningkatkan keselamatan pelayaran melalui pembagian alat keselamatan dan penerbitan dokumen kapal bagi nelayan.
«”Kami mengapresiasi langkah Kementerian Perhubungan dalam membagikan alat keselamatan dan menerbitkan pas kapal bagi para nelayan. Keselamatan jiwa dan tertib administrasi harus berjalan beriringan demi mewujudkan pelayaran yang selamat, aman, dan berkelanjutan,” kata Bintang.»
Ia berharap kampanye keselamatan pelayaran tersebut mampu menekan angka kecelakaan laut yang disebabkan oleh faktor manusia (human error), sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu mematuhi standar keselamatan dalam setiap pelayaran.
Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Anggota Komisi V DPR RI, Novita Wijayanti. Menurutnya, pembangunan budaya keselamatan pelayaran merupakan langkah strategis untuk mewujudkan target zero accident di sektor transportasi laut.
«”Zero accident di laut dapat diwujudkan melalui edukasi yang berkelanjutan, peningkatan kesadaran masyarakat, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Saya optimistis target tersebut dapat kita capai secara bertahap,” ungkap Novita.»
Kampanye Keselamatan Pelayaran merupakan program berkelanjutan yang secara konsisten dilaksanakan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sebagai upaya memperkuat budaya keselamatan di sektor transportasi laut.
Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Jakarta, dengan menyalurkan 150 unit life jacket, 2.216 Buku Pelaut Merah, serta 6 e-Pas Kecil kepada masyarakat maritim di wilayah tersebut.
Kampanye Keselamatan Pelayaran di Cilacap diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri atas unsur Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, TNI, Polri, badan usaha, asosiasi pelayaran, nelayan, serta awak kapal wisata dari berbagai wilayah di Provinsi Jawa Tengah.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap budaya keselamatan pelayaran semakin tertanam di kalangan masyarakat maritim sehingga mampu menciptakan pelayaran yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan di seluruh perairan Indonesia.





